IAT FUSPI UIN Banten Bekali 121 Mahasiswa Melalui Orientasi PPL, Wujudkan Keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir yang Berdampak

Serang, FUSPI — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Orientasi dan Pembekalan Praktikum Profesi Lapangan (PPL) pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Aula Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 121 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai tahap persiapan sebelum melaksanakan praktik profesi lapangan di berbagai lokasi mitra.

Mengusung tema “Dari Keilmuan Menuju Kemanfaatan: Aktualisasi Kompetensi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”, kegiatan orientasi ini menjadi bagian penting dari proses akademik mahasiswa IAT dalam mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam pengalaman nyata di lapangan.Sebanyak 121 mahasiswa peserta PPL akan disebar pada 10 lokasi praktik, yang terdiri atas 8 pondok pesantren di wilayah Banten serta 2 instansi mitra, yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Banten. Penempatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang beragam bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan profesional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dekanat Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, panitia pelaksana, dosen, mahasiswa peserta PPL, serta narasumber pembekalan oleh Ahmad Nasrul Alawi, S.Ag., M.M., Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Tigaraksa yang juga merupakan alumnus Prodi IAT UIN Banten.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Panitia kegiatan menyampaikan bahwa PPL merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, memperkuat pengalaman lapangan, serta mengaktualisasikan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara kontekstual.

Menurutnya, PPL tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang menghasilkan pengalaman dan karya akademik.

“PPL merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman profesional, memahami dinamika lingkungan praktik, serta menghasilkan luaran akademik berupa laporan kegiatan dan buku ber-ISBN yang mendokumentasikan pengalaman serta refleksi keilmuan selama pelaksanaan PPL.”

Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang pengembangan diri dengan menunjukkan sikap profesional, kemampuan komunikasi, tanggung jawab, serta komitmen terhadap pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Masykur, M.Hum., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan orientasi secara resmi, menegaskan pentingnya mahasiswa mampu menghadirkan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir dalam konteks kehidupan masyarakat.

“Keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui pemahaman yang kuat, kemampuan akademik, komunikasi yang baik, serta profesionalitas mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.”

Dekan menyampaikan bahwa PPL merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja dan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memahami bagaimana keilmuan yang dipelajari dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan sosial dan kelembagaan.

“Hal yang perlu senantiasa diperhatikan oleh mahasiswa selama melaksanakan kegiatan di tengah masyarakat adalah menjaga sikap, etika, serta nama baik almamater Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Terlebih lagi, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diharapkan mampu merepresentasikan nilai-nilai keilmuan dan karakter akademik melalui penampilan yang baik, tutur kata yang santun, serta perilaku yang mencerminkan integritas selama pelaksanaan PPL berlangsung.” pungkasnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pembekalan yang memberikan pengarahan kepada mahasiswa terkait kesiapan teknis, etika, komunikasi, serta tanggung jawab selama menjalankan PPL. Pembekalan ini menjadi langkah penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan praktik dan menjaga nama baik almamater.

Melalui kegiatan Orientasi dan Pembekalan PPL ini, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FUSPI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap mahasiswa mampu menjadikan pengalaman lapangan sebagai proses penguatan kompetensi dan pembentukan karakter akademik.

Dengan semangat “Dari Keilmuan Menuju Kemanfaatan,” PPL IAT menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas keilmuan, menghasilkan karya akademik, serta membangun pengalaman profesional yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan institusi.

Leave a Reply